Penangkapan

Penangkapan adalah

suatu tindakan penyidik berupa pengekangan sementara waktu kebebasan tersangka atau terdakwa apabila terdapat cukup bukti guna kepentingan penyidikan atau penuntutan dan atau peradilan dalam hal serta menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini (pasal 1 angka 20, KUHAP)

Pasal 16, KUHAP

(1)    Untuk kepentingan penyelidikan, penyelidik atas perintah penyidik berwenang melakukan penangkapan

(2)    Untuk kepentingan penyelidikan, penyidik dan penyidik pembantu berwenang melakukan penangkapan.

Pasal 7 ayat (2) jo pasal 106 UU No. 6/2011 ttg Keimigrasian, PPNS Keimigrasian berhak melakukan penangkapan.

Alasan Penangkapan, Pasal 17 KUHAP

“Perintah penangkapan dilakukan thd seseorang yg diduga keras melakukan tindak pidana brdsarkan bukti permulaan yg cukup”

Cara Penangkapan, Pasal 18 KUHAP

(1)    Pelaksanaan tugas penangkapan dilakukan oleh petugas kepolisian negara Republik Indonesia dengan memperlihatkan surat tugas serta memberikan kepada tersangka surat perintah penangkapan yang mencantumkan identitas tersangka dan menyebutkan alasan penagkapan serta uraian singkat perkara kejahatan yang dipersangkakan serta tempat dia diperiksa.

(2)    Dalam hal tertangkap tangan penangkapan dilakukan tanpa surat perintah, dengan ketentuan bahwa penangkap harus segera menyerahkan tertangkap beserta barang bukti yang ada kepada penyidik atau penyidik pembantu yang terdekat.

(3)    Tembusan surat perintah penangkapan sebagaimana dimaksuddalam ayat (1) harus diberikan kepada keluarganya segera setelah penangkapan dilakukan.

Pasal 19

(1)    Penangkapan sebagaiman dimaksud dalam pasal 17, dapat dilakukan untuk paling lama satu hari

(2)    Terhadap tersangka pelaku pelanggaran tidak diadakan penangkapan kecuali dalam hal dia telah dipanggil secara sah dua kali berturut-turut tidak memenuhi panggilan itu tanpa alasan yang sah

Syarat – syarat penangkapan :

  1. Pasal 17, perintah penangkapan dilakukan terhadap seseorang yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan permulaan bukti yang cukup
  2. Penangkapan dilakukan oleh petugas kepolisian dengan memperlihatan surat tugas serta surat perintah penangkapan mencantumkan identitas tersangka, alasan penangkapan, uraian singkat perkara, tempat dia diperiksa
  3.  Dalam hal tertangkap tangan, penangkapan dilakukan tanpa surat perintah, penangkap harus segera menyerahkan tertangkap beserta barang bukti yang ada ke penyidik
  4. Tembusan surat perintah penangkapan diberikan kepada keluarga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s