Penahanan

 

PENAHANAN, Pasal 20 KUHAP

(1)    Untuk kepentingan penyidikan, penyidik atau penyidik pembantu atas perintah penyidik sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 berwenang melakukan penahanan.

(2)    Untuk kepentingan penuntutan, penuntut umum berwenang melakukan penahanan atau penahanan lanjutan.

(3)    Untuk kepentingan pemeriksaan hakim di sidang pengadilan dengan penetapannya berwenang melakukan penahanan.

 

Syarat-syarat untuk melakukan penahanan :

  1. Syarat subyektif (syarat didasarkan pada keadaan / keperluan penahanan itu sendiri di tinjau dari subyektifitas tersangka atau terdakwa)

Pasal 21 KUHAP

(1)    Perintah penahanan atau penahanan lanjutan dilakukan terhadap seorang tersangka atau terdakwa yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti yang cukup, dalam hal adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka atau terdakwa akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana

  1. Syarat obyektif, pasal 21 ayat (4)

“penahanan tersebut hanya dapat dikenakan terhadap tersangka atau terdakwa yang melakukan tindak pidana dan atau percobaan maupun pemberian bantuan dalam tindak pidana tersebut dalam hal:

  1. Tindak pidana itu diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih ”

 

Tata cara melakukan penahanan, Pasal 21 ayat (2) dan (3) :

(2)    Penahanan atau penahanan lanjutan dilakukan oleh penyidik atau penuntut umum terhadap tersangka atau terdakwa dengan memberikan surat perintah penahanan atau penetapan hakim yang mencantumkan identitas tersangka atau terdakwa dan menyebutkan alasan penahanan serta uraian singkat perkara kejahatan yag dipersangkakan atau didakwakan serta tempat dia ditahan

(3)    Tembusan surat perintah penahanan atau penahanan lanjutan atau penetapan hakim sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) harus diberikan kepada keluarganya.

 

 

 

 

Pasal 22 KUHAP

(1)    Jenis penahanan dapat berupa :

  1. Penahanan rumah tanahan negara
  2. Penahanan rumah
  3. Penahanan kota

(2)    Penahanan rumah dilaksanakan di rumah tempat tinggal atau rumah kediaman tersangka atau terdakwa dengan mengadakan pengawasan terhadapnya untuk menghindarkan segala sesuatu yang dapat menimbulkan kesulitan dalam penyidikan, penuntutan, atau pemeriksaan di sidang pengadilan.

(3)    Penahanan kota dilaksanakan di kota tempat tinggal atau tempat kediaman tersangka atau terdakwa, dengan kewajiban bagi tersangka atau terdakwa melapor diri pada waktu yang ditentukan.

(4)    Masa penangkapan dan atau penahanan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

(5)    Untuk penahanan kota pengurangan tersebut seperlima dari jumlah lamanya waktu penahanan sedangkan untuk penahanan rumah sepertiga dari jumlah lamanya waktu penahanan.

 

Jangka waktu penahanan (Psl 24 sd 29 Kuhap)

  1. Penahanan oleh penyidik                              20 hari
  2. Perpanjangan oleh penuntut umum       40 hari
  3. Penahanan oleh penuntut umum            20 hari
  4. Perpanjangan oleh Ketua PN                      30 hari
  5. Penahanan oleh hakim PN                           30 hari
  6. Perpanjangan oleh ketua PN                      60 hari
  7. Penahanan oleh hakim PT                            30 hari
  8. Perpanjangan oleh Ketua PT                       60 hari
  9. Penahanan oleh hakim MA                         50 hari
  10. Perpanjangan oleh Ketua MA                    60 hari

One thought on “Penahanan

  1. Pasal 1 angka 21 KUHAP,
    Penahanan adalah penempatan tersangka atau terdakwa di tempat tertentu oleh penyidik atau penuntut umum atau hakim dengan penetapannya, dalam hal serta menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s